Perjalanan hidupku di awal-awal membangun karier sebagai public speaker

Kisah ini begitu dahsyatnya bagiku, saya ingin berbagi bagaimana kejadian-kejadian yang saya alami ketika meniti karier sebagai pembicara publik.

Saya belajar dahulu kepada seorang mentor yang luar biasa, yaitu Bapak Mario Teguh, sayangnya waktu itu saya begitu miskinnya sehingga tidak mampu hadir dalam seminar yang diadakan Pak Mario di Surabaya dengan tema How to become public Speaking. Dan yang mampu saya lakukan adalah mendownload materi seminarnya via email, lalu mendengarkan dengan seksama priview yang disampaikan Pak Mario di Radio Mercury FM Surabaya. Poin demi poinnya saya catat dengan baik di buku kuning, buku spesial acara talk show Pak Mario Teguh.

Saya lalu mencari-cari di Internet bagaimana menjadi pembicara publik? Saya menemukan brosur dari Cristian Adrianto murid dari Tung desem Waringin, saya perhatikan saja dan ternyata event seminarnya sudah terlewati, maka gagallah saya belajar dari cristian sampai akhirnya saya bertemu dengannya di event Seminar Financial Revolutionnya Tung DW.

Lalu saya belajar kepada MPT [Mind Power Technology], selama dua hari, full. Lumayan juga dapat pengetahuan baru perihal public Speaking, kemudian saya praktekkan di depan 300 Audiens sebuah acara Seminar Parenting, dimana saya menjadi MC nya. Lumayan saya suadah berani tampil.

Sejak saat itu saya melatih keberanian tampil saya dengan sebatas sebagai MC dimana-mana, lalu saya ikut jadi pemateri di seminar motivasi yang dilakukan Manajer Marketing Bimbel Nasional, dan saya kebagian waktu 10 menit untuk presentasi brain gym, hemm Lumayan pikirku.

Kemudian di suatu waktu, saya ikut the art of public speaking bersama Rudi Sugiono Loekito di semarang, Lumayan cukup dapat materi tambahan. Tidak cukup belajar sana-sini seperti kepada Charles Bonar Sirait melalui bukunya the Power of Public Speaking, saya belajar kepada Tim BN Resouce : Public Speaking with NLP, kemudian belajar kepada Pak SAmsul Arifin “Fasilitator UTHB [Umat Terbaik hidup berkah]. belajar pada Pak Novel pendiri SQ Learning Semarang. Belajar Ice breaking, belajar Turbo hipnotis kepada Awie Suwandi Jakarta, dan terus belajar, sharing dengan seorang sahabat FB yang dahsyat yaitu CUCU haris Bogor – pemilik Mie Janda.

Demikianlah liku-liku saya belajar public Speaking yang menghabiskan waktu, tenaga dan energi sampai akhirnya saya memutuskan karier sebagai pembicara publik. Karier tersebut saya tuliskan pada artikel selanjutnya yang berjudul :
Order Pertama sebagai Public Speaker.

About these ads

Satu Tanggapan

  1. [...] Memberikan Training / Motivasi [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.243 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: